TOP NEWS

Cinta Tidak Selamanya Indah, Terkadang Kita harus Menemui Duri Yang Siap Menghadang

Tampilkan postingan dengan label Puisi anak ku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2022

Diam adalah emas yang menyakitkan

Keunikan bahasa dalam perbincangan akan menjadi sebuah kerinduan yang tak terbendung, 

banyak kata dan kalimat yang aku simpan dengan tulus

karna jika tak aku simpan maka akan sangat menyakitkan

rasa sakit yang kini kamu hadapi adalah baru seberapa

bagaimana rasa sakit yang aku pendam selama ini

bagamia rasa yang aku pelajari dengan ikhlas dan tabah

semua yang aku hadapi saat ini adalah merupakan diam ku

diam yang tak mampu untuk berbicara

dia yang tak mampu untuk bertindak

jangan biarkan aku terlalu lama rasakan sakit dan kepahitan ini

jika aku sudah tak tahan, maka akan aku luapkan semuanya

jika aku luapkan semua aku takut kemarahanku membuat mu menjadi penyesalan yang tak terbantahkan

diam ku menjadi emas, karna tidak semua manusia mampu diam ketika mereka mempunyai masalah dan menghadapi masalah


07.31 Diposting oleh QONITA ISMAN TAQIYYA 0

Minggu, 10 Maret 2019

Kelahiran Anak Ku ke-2

Tanggal 10 januari 2019 adalah tanggal bahagia untu kami, di mana segala rasa sedih dan syukur bercampur dengan bahagia
Jam 09:30 anak ku yg ke 2 lahir
Kulihat dari luar inkubator dengan baju berwarna pink, melirik ku di saat aku mevideonya,
Betapa senang dan bahagia hati ini ketika melihatmu keluar dari ruang operasi
Walau di temani oleh, nenek mu (lasifah) ncang yunus, dan ncang asri
Sedangkan dari keluarga ayah mu nak, hanya doa yg tulus yg mereka ucapkan kepadamu
Sebelum persalinan aku sudah berbicara kepada kakekmu, beliau menjawab " apa urusannya dengan w" kalimat yg jelas singkat dan padat untuk menusuk dan menghujam di dalam jiwa ku nak, namun aku biarkan karna aku ingin bahagia

08.37 Diposting oleh QONITA ISMAN TAQIYYA 0

Rabu, 01 November 2017

Tak Berasa

Semankin kesini semakin tak terasa dan tak menentu
apa yang aku rasakan saat ini sepertinya anta
apa yang aku rasakan saat ini seperti mati rasa

aku tak tau lagi seperti apa rasanya bahagia
aku tak tau lagi seperti apa rasanya senang 
aku tak tau lagi seperti apa rasanya sedih
aku tak tau lagi seperti apa rasanya kecewa 

karna semuanya datar bagiku, ambyar
saat ini aku hanya bekerja dan memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayang
saat ini aku hanya mencari uang untuk orang ku sayang
walaupun orang-orang yang aku sayang secara tidak langsung hanya membuat aku merasa beban
walaupun terkadang aku berfikir mereka hanya ingin di mengerti dan di pahami
tanpa mereka berfikir bagaimana aku bisa nyaman dan aman dalam bekerja

aku tau aku hanyalah manusia yang penuh dengan kemaksiatan dan dosa
aku tau aku hanyalah manusia yang kotor 
aku tau aku tak mampu untuk mengutarakan sepata kata 
karna menurutku itu menyakitkan sekali

entah apa yang terjadi kedepanya, aku sendiri seperti buntu di otak ku
banyak orang melihatku bahagia, tapi jauh di dalam pikiran dan hatiku justru tersiksa

"SESEORANG YANG TIDAK MENDAPATKAN KEBAHAGIAANNYA DI RUMAH, MEREKA AKAN MENCARINYA DI LUAR RUMAH, TANPA MEMIKIRKAN AKIBATNYA"

kalimat ini yang selalu aku tanamkan, dan aku pun bingung tidak semua orang bisa memahami kalimat ini dan mau menjalankanya 

betul kata orang tua ku, umur tidak akan bisa kembali lagi 
08.55 Diposting oleh QONITA ISMAN TAQIYYA 0

Selasa, 21 Maret 2017

Maafkan ayah mu nak

Kini usia mu, hampir 4 bulan
Ayah bekerja tanpa mengenal liburan
Engkau yang masih di dalam rahim ibu mu, maafkan aku belum bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab
Meski dirimu yg mungil kecil tak berdosa, namun ayah merasa berdosa tak pernah memperhatika vitamin kesehatan dan kondisi mu di dalam rahim ibu mu, aku belum bisa mengajak mu pergi ketmpt yang indah2 dan sejuk...
Ingin rasanya meluangkan waktu untuk kita, namun kondisi keuangan ayah yang belum stabil, padahal kebahagia. Tidaksemuanya dengan uang, namun dengan uang setidaknya kita bahagia...
Nak ayah saat ini kuliah dan menjadi salah satu driver online di jakarta, semua ayah lakukan hanya untuk kamu nak, agar nanti khelak kamu menjadi anak yg hafizt dan hafizhoh mampu menjadi mujahid dan mujahidah setangguh pejuang islam
Nak...
Maaf kan ayah mu...
Nak
Maaf kan belum mampu ayah membuat ibu mu tersenyem bahagia bersama keluarga kita

23.11 Diposting oleh QONITA ISMAN TAQIYYA 0